Tentang Berita
Hasil Ujian PMB Rekap Pendaftar
Nilai Online Autodebet

Program Kemitraan Masyarakat: Kenalkan Petani Pada Inovasi Panganan Dan Teknologi

 
Program Kemitraan Masyarakat: Kenalkan Petani Pada Inovasi Panganan Dan Teknologi
Selasa, 12/12/17 | 09:05 WIB
BANDUNG, UNIKOM- Dosen Program Studi Sistem Informasi (SI) Unikom juga sebagai Ketua Peneliti, R. Fenny Syafariani, S.Si, M.Stat, bersama Andri Sahata Sitanggang S.Kom M.Kom, melakukan penelitian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) pada bulan Mei-Juli 2017 lalu di Desan Nagrog, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. Program yang didanai oleh Dikti tersebut, turut berkolaborasi dengan peneliti asal Pertanian Universitas Padjadjaran, yakni Pandi Pardian, ST., MBA., dalam rangka mengembangkan “Sistem Informasi Pemasaran dan Pelatihan Pembuatan Inovasi Panganan Hortikultura”.
 
Menurut Andri, program yang digagas merupakan bentuk kepedulian peneliti terhadap penduduk Desa Nagrog yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani. “…mereka memliki potensi besar dalam tanaman hortikultura. Sehingga diberikan pelatihan inovasi panganan dari hortikultura serta bantuan teknologi sistem informasi pemasaran untuk hasil pangannya, dengan harapan dapat meningkatkan kesejahteraan para petani di wilayah tersebut,” ujarnya.
 
Pelaksanaan PKM yang digelar dua kali dalam satu minggu, diikuti oleh 20 peserta dari kelompok tani dan kelompok wiraswasta. Bertempat di Balai Sekretariat Tani Hurimupti Desa Nagrog, kegiatan tersebut diisi dengan beberapa agenda, satu diantaranya yaitu pembuatan pasta kacang merah dan dodol kacang merah. “Pemilihan bahan dasar dari kacang merah karena merupakan salah satu tanaman yang dihasilkan oleh Desa Nagrog dan angka produksinya terbesar kedua setelah tomat. Sehingga kegiatan ini mengacu pada jumlah produksi terbanyak di bulan tersebut,” tambah Andri.  
 
Selain itu, untuk membantu para petani dalam memasarkan inovasi panganan hortikultura kepada pangsa pasar, Fenny bersama timnya memperkenalkan sistem informasi pemasaran berbasis web, serta media sosial, seperti Facebook, Twitter, Path, dan Instagram, sebagai media yang bisa membantu dan menunjang kegiatan pemasaran. Antusiasme positif ditunjukan oleh para petani melalui semangat yang tinggi selama mengikuti pelatihan, mengingat begitu banyak manfaat yang mereka peroleh dalam mengembangkan dan memasarkan hasil pertanian yang dimiliki khususnya tanaman hortikultura.
 
Melalui kegiatan PKM ini diharapkan menjadi langkah awal yang baik bagi para petani di Desa Nagrog untuk mengolah hasil pertaniannya menjadi olahan yang menarik dan inovatif baik dari jenis produknya maupun bentuk pemasarannya. Sehingga penelitian ini membawa manfaat yang besar bagi keberlangsungan hidup parta petani di Desa Nagrog. (Direktorat Hms & Pro)